Selasa, 18 Juni 2013

Nabi Daud ’alihis-salaammerupakan seorang hamba Allah yang sangat rajin beribadah kepada Allah. Hal ini disebutkan langsung oleh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Nabi Daud ’alihis-salaam sangat rajin mendekatkan diri kepada Allah. Beliau sangat rajin memohon kepada Allah agar dirinya dicintai Allah. Beliau sangat mengutamakan cinta Allah lebih daripada mengutamakan dirinya sendiri, keluarganya sendiri dan air dingin yang bisa menghilangkan dahaga musafir dalam perjalanan terik di tengah padang pasir.  Inilah penjelasan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam mengenai doa Nabi Daud tersebut:


Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Di antara doa Nabi Daud ’alihis-salaam ialah: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu cintaMu dan cinta orang-orang yang mencintaiMu dan aku memohon kepadaMu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cintaMu. Ya Allah, jadikanlah cintaMu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta air dingin.” Dan bila Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengingat Nabi Daud ’alihis-salaam beliau menggelarinya sebaik-baik manusia dalam beribadah kepada Allah.” (HR Tirmidzi 3412)

Setidaknya terdapat empat hal penting di dalam doa ini. PertamaNabi Daud ’alihis-salaam memohon cinta Allah. Beliau sangat faham bahwa di dunia ini tidak ada cinta yang lebih patut diutamakan dan diharapkan manusia selain daripada cinta yang berasal dari Allah Ar-Rahman Ar-Rahim(Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang). Apalah artinya seseorang hidup di dunia mendapat cinta manusia –bahkan seluruh manusia- bilamana Allah tidak mencintainya. Semua cinta yang datang dari segenap manusia itu menjadi sia-sia sebab tidak mendatangkan cinta Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sebaliknya, apalah yang perlu dikhawatirkan seseorang bila Allah mencintainya sementara manusia –bahkan seluruh manusia- membencinya. Semua kebencian manusia tersebut tidak bermakna sedikitpun karena dirinya memperoleh cinta Allah Yang Maha  Pengasih lagi Maha Penyayang.

Sebab itulah Nabi Daud ’alihis-salaam tidak menyebutkan dalam awal doanya harapan akan cinta manusia. Beliau mendahulukan cinta Allah di atas segala-galanya. Beliau sangat menyadari bahwa bila Allah telah mencntai dirinya, maka mudah saja bagi Allah untuk menanamkan cinta ke dalam hati manusia terhadap Nabi Daud ’alihis-salaam. Tetapi bila Allah sudah mebenci dirinya apalah gunanya cinta manusia terhadap dirinya. Sebab cinta manusia terhadap dirinya tidak bisa menjamin datangnya cinta Allah kepada Nabi Daud ’alihis-salaam.


Dari Nabi shollallahu ’alaih wa sallam beliau bersabda: “Bila Allah mencintai seorang hamba, maka Allah berseru kepada Jibril: “Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah dia.” Jibrilpun mencintainya. Kemudian Jibril berseru kepada penghuni langit: ”Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka kalian cintailah dia.” Penghuni langitpun mencintainya. Kemudian ditanamkanlah cinta penghuni bumi kepadanya.” (HR Bukhary 5580)

KeduaNabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah cinta orang-orang yang mencintai Allah.Sesudah mengharapkan cinta Allah lalu Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah kasih-sayang dari orang-orang yang mencintai Allah, sebab orang-orang tersebut tentunya adalah orang-orang beriman sejati yang sangat pantas diharapkan cintanya.
Hal ini sangat berkaitan dengan Al-Wala’ dan Al-Bara’ (loyalitas dan berlepas diri).  Yang dimaksud dengan  Al-Wala’  ialah memelihara loyalitas kepada Allah, RasulNya dan orang-orang beriman. Sedangkan yang dimaksud dengan Al-Bara’ ialah berlepas diri dari kaum kuffar dan munafiqin. Karena loyalitas mu’min hendaknya kepada Allah, RasulNya dan orang-orang beriman, maka Nabi Daud ’alihis-salaam berdoa agar dirinya dipertemukan dan dipersatukan dengan kalangan sesama orang-orang beriman yang mencintai Allah. Dan ia sangat meyakini akan hal ini.

Sesungguhnya Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersada: “Ruh-ruh manusia diciptakan laksana prajurit berbaris, maka mana yang saling kenal di antara satu sama lain akan bersatu. Dan mana yang saling mengingkari di antara satu sama lain akan berpisah.” (HR muslim 4773)

KetigaNabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah agar ditunjuki perbuatan-perbuatan yang dapat mendatangkan cinta Allah. Setelah memohon cinta Allah kemudian cinta para pecinta Allah, selanjutnya Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah agar ditunjuki perbuatan dan amal kebaikan yang mendatangkan cinta Allah. Ia sangat khawatir bila melakukan hal-hal yang bisa mendatangkan murka Allah. Beliau sangat khawatir bila berbuat dengan hanya mengandalkan perasaan bahwa Allah pasti mencintainya bila niat sudah baik padahal kualitas dan pelaksanaan ’amalnya bermasalah. Maka Nabi Daud ’alihis-salaam sangat memperhatikan apa saja perkara yang bisa mendatangkan cinta Allah pada dirnya. Di dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Allah mencintai Ash-Shobirin (orang-orang yang sabar). Siapakah yang dimaksud dengan Ash-Shobirin? Apa sifat dan perbuatan mereka sehingga menjadi dicintai Allah?

”Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS Ali Imran ayat 146)

KeempatNabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah agar menjadikan cinta Allah sebagai hal yang lebih dia utamakan daripada dirinya sendiri, keluarganya dan air dingin. Kemudian pada bagian akhir doa ini Nabi Daud ’alihis-salaam kembali menegaskan betapa beliau sangat peduli dan mengutamakan cinta Allah. Sehingga beliau sampai memohon kepada Allah agar cinta Allah yang ia dambakan itu jangan sampai kalah penting bagi dirinya daripada cinta dirinya terhadap dirinya sendiri, terhadap keluarganya sendiri dan terhadap air dingin.
Mengapa di dalam doanya Nabi Daud ’alihis-salaam perlu mengkontraskan cinta Allah dengan cinta dirinya sendiri, keluarganya dan air dingin? Sebab kebanyakan orang bilamana harus memilih antara mengorbankan diri dan keluarga dengan mengorbankan prinsip hidup pada umumnya lebih rela mengorbankan prinsip hidupnya. Yang penting jangan sampai diri dan keluarga terkorbankan. Kenapa air dingin? Karena air dingin merupakan representasi kenikmatan dunia yang indah dan menggoda. Pada umumnya orang rela mengorbankan prinsip hidupnya asal jangan mengorbankan kelezatan duniawi yang telah dimilikinya.

Jadi bagian terakhir doa Nabi Daud ’alihis-salaam mengandung pesan pengorbanan. Ia rela mengorbankan segalanya, termasuk dirinya sendiri, keluarganya sendiri maupun kesenangan duniawinya asal jangan sampai ia mengorbankan cinta Allah. Ia amat mendambakan cinta Allah. Nabi Daud ’alihis-salaam sangat faham maksud Allah di dalam Al-Qur’an:

“Katakanlah: "Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS At-Taubah ayat 24)

Jika salah seorang diantara kalian ber-tasyahud (dalam sholat), hendaklah meminta perlindungan kepada Allah سبحانه و تعالى dari empat perkara dan berdoa, "ALLAHUMMA INNI A’UUDZUBIKA MIN ‘ADZAABI JAHANNAMA WAMIN ‘ADZAABIL QABRI WAMIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAAT WAMIN SYARRI FITNATIL MASIIHID DAJJAL (Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari siksa jahannam dan siksa kubur, dan fitnah kehidupan dan kematian, serta keburukan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal)." (HR. Muslim No. 924)

Selasa, 15 Januari 2013

Dalam dunia marketing, Anda harus ahli dalam membuat strategi secara matang hingga detailnya. Sehingga hambatan-hambatan bisa diselesaikan dengan mudah.

Problemnya saat ini ketika program marketing gagal, Anda sudah menganggap bahwa program Anda gagal total, sebenarnya mungkin ada beberapa langkah yang salah sehingga hanya perlu diganti saja langkah yang salah tadi dengan langkah lainnya. Anda harus menemukan langkah strategi marketing yang tepat. Berikut ini tiga langkah strategi marketing yang tepat:

1. Anda melakukan STP (SigmentasiTargeting, dan Positioning).

Anda juga harus Pilah-Pilah target Anda, Anda juga bisa memulai segmen, mulai membagi berdasarkan pendapatan Anda, berdasarkan pengeluaran, atau juga bisa berdasarkan jenis kelamin, laki-laki atau perempuan, ada berdasarkan umur. Kemudian Anda mulai melakukan target. Dari sekian banyak segmen, mana yang akan Anda targetkan.

Anda seharusnya mempunyai positioning apa. Setelah itu ada juga yang dinamakan sebagai USP (Unique Selling Proposition). Apa yang unik dalam diri Anda? Jika Anda ingin berubah cepat dalam bermarketing, modal utama yang harus Anda miliki yaitu Breakthrough.

Jika ingin sukses dan penjualan Anda meledak pesat maka Anda harus banyak belajar, cari tahu semua hal apa yang Anda kurang tahu mengenai perihal tersebut.

2. Melakukan Perkiraan Hasil yang Akan Terjadi.

Jadi, Anda bisa memperkirakan semua hasil dalam perusahaan Anda, penjualan Anda, pendapatan Anda, maupun laba Anda pada satu periode. Jadi, Anda bisa mempunyai patokan agar Anda lebih jeli dalam mengelola sebuah perusahaan.

3. Anda melakukan Identifikasi, Rencana, & Bauran Pemasaran.

Jika Anda belajar tentang marketing, pasti Anda akan belajar 4P, yaitu Product, Price, Promotion, Place (Distribusinya).Misalnya, produknya seperti apa? Packaging-nya seperti apa, Unsurnya seperti apa, Content-nya seperti apa, Harganya berapa, Promosinya seperti apa, Tempatnya seperti apa, dan Distribusinya sejauh mana!

Dari ini, Anda harus bisa memutuskannya! Jika ingin menerapkan sistem Unique Selling Promotion, Anda harus membuat suatu promosi yang sangat menarik bagi konsumen. Anda juga harus membuat keuntungan untuk konsumen sehingga mereka merasa puas karena sudah membeli produk Anda.

Ini bisa dikarenakan karena produk Anda yang berkualitas dan juga Anda menawarkannya dengan harga yang terjangkau. Promosi Anda di buat dengan cara yang benar sehingga menguntungkan untuk semuanya. Semoga Bermanfaat. Saya Tung Desem Waringin Mengucapkan Salam Dahsyat! (//ade)
Penjualan efektif diartikan sebagai keberhasilan Anda untuk menemukan pelanggan baru dan mengubah pelanggan tersebut menjadi pelanggan tetap yang akan dengan teratur dan terus menerus memesan barang-barang dari Anda. Sekarang sudah tiba saatnya bagi Anda untuk berbuat sesuatu untuk mendapatkan masa depan dan menciptakan bisnis yang lebih baik bagi Anda sendiri.

Penjualan yang efektif merupakan sebuah proses yang berkelanjutan, namun kami telah membuatnya menjadi langkah-langkah mudah untuk dilakukan, dengan membaginya menjadi 7 proses sederhana. Berkonsentrasilah pada usaha Anda di setiap tingkatan yang Anda lakukan. Hal itu akan membantu Anda dalam menciptakan bisnis penjualan yang berhasil, dimana Anda akan sangat bangga akan bisnis tersebut.

7 langkah tersebut adalah :

a. Ciptakan Kesadaran

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah menciptakan kesadaran akan adanya produk-produk yang berkualitas pada klien-klien potensial yang Anda temui. Buatlah semua orang paham betul tentang produk-produk yang Anda tawarkan, tentang pelayanan mutu yang diberikan, dan juga perhatian khusus yang diberikan kepada setiap pelanggan. Dan yang lebih penting lagi adalah bagaimana cara mereka menghubungi Anda. Brosur-brosur kecil dan juga iklan-iklan yang diterbitkan adalah cara yang baik untuk menyampaikan pesan Anda.

b. Tingkatkan Ketertarikan

Buatlah orang-orang menjadi tertarik dan penasaran pada produk-produk yang Anda tawarkan. Bicarakan pada banyak orang tentang produk Anda. Semakin banyak Anda mempromosikan bisnis Anda melalui diri Anda sendiri, maka akan semakin banyak orang yang tertarik, yang berarti semakin besar kesempatan yang Anda miliki untuk mengubah beberapa dari orang-orang itu untuk menjadi pelanggan Anda.

c. Ubahlah Menjadi Keinginan

Ketika pelanggan potensial Anda memberikan perhatian kepada Anda atau pada saat Anda menjawab telepon atau permintaan tertulis, Anda perlu menciptakan suasana untuk meningkatkan keinginan pelanggan untuk membeli produk tersebut. Gunakan daftar petunjuk yang sederhana untuk memberikan gambaran lengkap akan rangkaian produk yang ada, terangkan produk-produk dan filososfi perusahaan kepada pelanggan Anda.

d. Lakukan Tindakan

Sekarang Anda telah memiliki pelanggan potensial yang tertarik pada produk tersebut, dan Anda harus mendorong mereka untuk melakukan tindakan. Doronglah mereka untuk mengubah cara hidup mereka dan berjanji untuk menggunakan produk-produk yang Anda tawarkan. Tunjukan pada mereka kisah sejati akan keberhasilan/kepuasan pelanggan lain yang telah berhasil atau mendapatkan manfaat dari produk-produk yang Anda tawarkan, yang dapat Anda pilih dari cerita-cerita kesuksesan mereka yang luar biasa. Bila pelanggan potensial Anda masih belum yakin, mereka mungkin butuh informasi atau waktu lebih untuk meyakinkan diri mereka sendiri.

e. Lengkapi Produk-produk Yang Akan Anda Jual

Sekarang Anda telah memiliki pelanggan! Luangkan waktu Anda untuk menerangkan produk-produk yang mereka pesan, kapan dan bagaimana cara menggunakan produk-produk tersebut, dan bagaimana mendapatkan hasil yang terbaik yang mungkin bisa mereka dapatkan. Ingatlah untuk menyimpan catatan tentang apa dan kapan Anda menjual produk-produk tersebut kepada pelanggan Anda. Yakinkan mereka bahwa mereka dapat mengulang pesanan mereka di waktu-waktu berikutnya.

f. Melanjutkan Mencari Pelanggan Baru

Kegiatan Anda tidak berhenti pada satu penjualan saja. Anda harus bekerja keras untuk mendapatkan pelanggan baru, dengan cara meyakinkan klien tetap Anda. Ingatlah, bahwa Anda telah menjual jasa berkualitas bersamaan dengan produk yang bermutu. Buatlah para pelanggan Anda termotivasi untuk menyampaikan kepuasan mereka atas kualitas produk dan pelayanan Anda kepada orang lain yang mereka kenal. Berilah penghargaan kepada mereka pada setiap kesempatan yang ada. Investasikan sedikit waktu dan sedikit uang Anda untuk sekedar memberikan hadiah-hadiah mungil yang dapat menyenangkan hati mereka. Mereka akan lebih sering mengingat Anda, dan Andapun akan menuai hasil yang luar biasa dalam jangka panjang! 

g. Konsentrasi Pada Setiap Usaha

Tingkat konsentrasi harus Anda tingkatkan dalam menjalani setiap usaha. Hal tersebut akan membantu Anda dalam menciptakan bisnis penjualan yang berhasil. Dimana nantinya Anda akan mempunyai kepuasan sendiri dalam menjalani bisnis tersebut. (*wirausaha-online.com)

Jumat, 11 Januari 2013


NABI SULAIMAN AS

Nabi Sulaiman adalah salah seorang putera Nabi Daud. Sejak ia masih kanak-kanak berusia sebelas tahun, ia sudah menampakkan tanda-tanda kecerdasan, ketajaman otak, kepandaian berfikir serta ketelitian di dalam mempertimbangkan dan mengambil sesuatu keputusan.
Nabi Sulaiman Seorang Juri
Sewaktu Daud, ayahnya menduduki tahta kerajaan Bani Isra'il ia selalu mendampinginnya dalam tiap-tiap sidang peradilan yang diadakan untuk menangani perkara-perkara perselisihan dan sengketa yang terjadi di dalam masyarakat. Ia memang sengaja dibawa oleh Daud, ayahnya menghadiri sidang-sidang peradilan serta menyekutuinya di dalam menangani urusan-urusan kerajaan untuk melatihnya serta menyiapkannya sebagai putera mahkota yang akan menggantikanya memimpin kerajaan, bila tiba saatnya ia harus memenuhi panggilan Ilahi meninggalkan dunia yang fana ini. Dan memang Sulaimanlah yang terpandai di antara sesama saudara yang bahkan lebih tua usia daripadanya.

Suatu peristiwa yang menunjukkan kecerdasan dan ketajaman otaknya iaitu terjadi pada salah satu sidang peradilan yang ia turut menghadirinya. dalam persidangan itu dua orang datang mengadu meminta Nabi Daud mengadili perkara sengketa mereka, iaitu bahawa kebun tanaman salah seorang dari kedua lelaki itu telah dimasuki oleh kambing-kambing ternak kawannya di waktu malam yang mengakibatkan rusak binasanya perkarangannya yang sudah dirawatnya begitu lama sehingga mendekati masa menuainya. Kawan yang diadukan itu mengakui kebenaran pengaduan kawannya dan bahawa memang haiwan ternakannyalah yang merusak-binasakan kebun dan perkarangan kawannya itu.

Dalam perkara sengketa tersebut, Daud memutuskan bahawa sebagai ganti rugi yang dideritai oleh pemilik kebun akibat pengrusakan kambing-kambing peliharaan tetangganya, maka pemilik kambing-kambing itu harus menyerahkan binatang peliharaannya kepada pemilik kebun sebagai ganti rugi yang disebabkan oleh kecuaiannya menjaga binatang ternakannya. Akan tetapi Sulaiman yang mendengar keputusan itu yang dijatuhkan oleh ayahnya itu yang dirasa kurang tepat berkata kepada si ayah: "Wahai ayahku, menurut pertimbanganku keputusan itu sepatut berbunyi sedemikian : Kepada pemilik perkarangan yang telah binasa tanamannya diserahkanlah haiwan ternak jirannya untuk dipelihara, diambil hasilnya dan dimanfaatkan bagi keperluannya, sedang perkarangannya yang telah binasa itu diserahkan kepada tetangganya pemilik peternakan untuk dipugar dan dirawatnya sampai kembali kepada keadaan asalnya, kemudian masing-masing menerima kembali miliknya, sehingga dengan cara demikian masing-masing pihak tidak ada yang mendapat keuntungan atau kerugian lebih daripada yang sepatutnya."

Kuputusan yang diusulkan oleh Sulaiman itu diterima baik oleh kedua orang yang menggugat dan digugat dan disambut oleh para orang yang menghadiri sidang dengan rasa kagum terhadap kecerdasan dan kepandaian Sulaiman yang walaupun masih muda usianya telah menunjukkan kematangan berfikir dan keberanian melahirkan pendapat walaupun tidak sesuai dengan pendapat ayahnya.
Peristiwa ini merupakan permulaan dari sejarah hidup Nabi Sulaiman yang penuh dengan mukjizat kenabian dan kurnia Allah yang dilimpahkan kepadanya dan kepada ayahnya Nabi Daud.